Apakah Anda kesulitan mempertahankan kualitas konten digital marketing B2B sambil mencoba menghemat waktu tim Anda? Dalam era digital yang semakin kompetitif, CMO sering dihadapkan pada tantangan untuk mengotomatisasi sebagian besar alur kerja digital marketing hingga 80% siap publish dengan sedikit intervensi manusia. Artikel ini akan memandu Anda melalui percobaan dunia nyata di mana AI digunakan untuk menghasilkan konten digital marketing B2B, mulai dari blog post update produk hingga newsletter, dan bagaimana hasilnya dapat diukur.
Poin Utama
- Memahami tantangan awal dalam mengotomatisasi digital marketing B2B.
- Tujuan percobaan untuk menguji efektivitas AI dalam menghemat waktu dan menjaga kualitas.
- Alat dan data yang digunakan dalam percobaan ini.
- Langkah-langkah dalam mengatur dan menguji sistem AI.
- Evaluasi AI dalam hal kecepatan dan kualitas konten.
- Peran umpan balik tim dalam meningkatkan kualitas konten AI.
- Hasil dan kesimpulan dari percobaan ini.
Memahami Tantangan Awal
Video ini dimulai dengan tantangan dari CMO untuk menguji apakah AI dapat menangani alur kerja digital marketing B2B hingga 80% siap publish dengan sedikit intervensi manusia. Tujuannya adalah untuk melihat apakah AI bisa menghemat waktu secara signifikan tanpa menurunkan standar kualitas, serta apakah AI bisa menulis seperti seorang marketer yang memahami produk.
Tujuan Percobaan
Tujuan utama percobaan ini adalah untuk mengetahui apakah AI dapat menghasilkan konten yang berkualitas tinggi dengan kecepatan yang tinggi, sehingga dapat menghemat waktu tim marketing. Selain itu, percobaan ini juga bertujuan untuk mengetahui apakah AI dapat menulis konten yang mirip dengan seorang marketer yang benar-benar memahami produk.
Data dan Alat yang Digunakan
Dalam percobaan ini, penulis memasukkan satu tahun blog post update produk ke ChatGPT dan membangun proyek kustom. Alat yang digunakan adalah ChatGPT, yang merupakan salah satu model bahasa AI yang paling canggih saat ini. Data yang digunakan adalah sejumlah besar blog post update produk yang telah diterbitkan selama satu tahun terakhir.
Proses Pengaturan
Proses pengaturan dimulai dengan menulis instruksi rinci kepada AI. Instruksi ini mencakup detail tentang apa yang harus dihasilkan, gaya penulisan yang diinginkan, dan konteks produk yang relevan. Setelah instruksi awal diberikan, penulis kemudian mengiterasi (menguji ulang) tone dan gaya penulisan untuk memastikan hasil yang dihasilkan sesuai dengan ekspektasi.
Langkah-langkah Pengaturan
1. Menyiapkan Data: Kumpulkan semua blog post update produk selama satu tahun terakhir.
2. Menggunakan ChatGPT: Masukkan data ke ChatGPT dan berikan instruksi awal.
3. Iterasi Gaya Penulisan: Uji ulang tone dan gaya penulisan hingga hasil yang dihasilkan sesuai dengan ekspektasi.
4. Menguji Sistem AI: Terapkan sistem AI pada tiga produk akhir nyata untuk melihat bagaimana performanya.
Produk Akhir yang Dites
Produk akhir yang diuji dalam percobaan ini meliputi:
- Blog post update produk.
- Skrip YouTube.
- Newsletter yang dikirim ke puluhan ribu orang di Ahrefs.
Evaluasi AI
Dalam evaluasi AI, terlihat di mana konten AI bersinar dalam hal kecepatan, serta di mana AI mengalami kesulitan tanpa konteks yang cukup. AI menunjukkan keunggulan dalam menghasilkan konten dengan kecepatan tinggi, namun terkadang kesulitan dalam memahami konteks yang kompleks atau spesifik.
Interaksi dengan Tim
Prosesnya melibatkan umpan balik jujur dari tim internal mengenai kejelasan, tone, dan keterbacaan konten AI. Umpan balik ini sangat penting untuk memastikan bahwa konten yang dihasilkan oleh AI sesuai dengan standar kualitas perusahaan dan dapat dipahami oleh audiens target.
Perbaikan Konten
Ditunjukkan bagaimana perubahan kecil dan sederhana dapat memindahkan draf AI lebih dekat ke standar kualitas perusahaan. Misalnya, perbaikan dalam gaya penulisan, penambahan detail spesifik, atau penyesuaian tone dapat membuat perbedaan signifikan dalam kualitas konten.
Contoh Perbaikan
Sebelum perbaikan:
Produk X baru saja diperbarui dengan fitur baru yang menarik. Ini akan membantu pengguna melakukan hal-hal lebih baik.Setelah perbaikan:
Produk X baru saja diperbarui dengan fitur baru yang memungkinkan pengguna untuk mengoptimalkan pengalaman mereka. Fitur ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan kenyamanan pengguna.Pertanyaan Utama yang Dijawab
Video menjawab apakah AI bisa menghemat waktu secara besar-besaran tanpa menurunkan standar, dan apakah AI bisa berkomunikasi seperti seorang marketer yang benar-benar memahami produk. Hasilnya menunjukkan bahwa AI dapat menghemat waktu secara signifikan, namun perlu adanya intervensi manusia untuk memastikan kualitas konten yang optimal.
Pentingnya Pelajaran
Video menekankan pentingnya menonton ini sebelum memutuskan untuk mengotomatisasi digital marketing dengan AI, karena dapat menghemat waktu tim dan menghindari pelajaran yang menyakitkan. Dengan memahami kekuatan dan keterbatasan AI, tim marketing dapat lebih strategis dalam mengintegrasikan AI ke dalam alur kerja mereka.
Hasil dan Kesimpulan
Video menunjukkan apa saja yang berhasil dan apa yang gagal dalam percobaan ini, serta kecilnya perubahan yang membuat perbedaan besar. Hasilnya menunjukkan bahwa AI dapat menjadi alat yang kuat dalam mengotomatisasi digital marketing, namun perlu adanya strategi yang matang untuk memastikan kualitas konten yang optimal.
💡 Tips Pro dari Autada
- Awali dengan data yang berkualitas tinggi untuk melatih AI.
- Iterasi gaya penulisan hingga hasil yang dihasilkan sesuai dengan ekspektasi.
- Libatkan tim dalam umpan balik konten AI untuk memastikan kualitas.
- Perhatikan kecilnya perubahan yang dapat membuat perbedaan besar dalam kualitas konten.
Kesimpulan
Percobaan ini menunjukkan bahwa AI dapat menjadi solusi yang efektif dalam mengotomatisasi digital marketing B2B, namun perlu adanya strategi yang matang dan intervensi manusia untuk memastikan kualitas konten yang optimal. Dengan memahami kekuatan dan keterbatasan AI, tim marketing dapat lebih strategis dalam mengintegrasikan AI ke dalam alur kerja mereka.